Jasa Pijat Urut Kusuk Tunanetra Najaha Sehat Bila anda berada di Kabupaten Siak Sri Indrapura Propinsi Riau, anda dapat memanjakan tubuh anda dengan jasa layanan pijatan profesional oleh terapis yang bersertifikat. Kunjungi situs resmi kami untuk info selengkapnya di http://www.najaha.id

Cari artikel

Becek, kesabaran, dan warung

Dikarenakan tempat tinggalku yang sekarang ini belum memiliki jalan beraspal, sehabis hujan tentunya akan banyak genangan air. Posisi kubangan itu mengikuti lekuk-lekuk tanah lembek dan berlubang.
Belum lagi ditambah dengan berseliwerannya mobil yang bermuatan berat membawa bahan material bangunan untuk proyek perumahan ini, alhasil, air menggenang dimana-mana.

Aku yang hanya mengandalkan rabaan tongkat dan kaki, tentunya mengalami perjuangan yang sangat berat untuk mencapai titik destinasi.
Berawal dari keluar rumah, kulangkahkan kaki perlahan agar tidak terperosok ke dalam genangan air.
Hawa tanah basah menyergap hidung dan licinnya jalan setengah berlumpur menyerangku.
Kaki ini harus berpijak kokoh ke tanah yang lebih keras dan ini menyebabkan langkahku jadi terseok.
Walau tak seratus persen selamat dari genangan air, tapi setidaknya celanaku tidak menjadi korban gigitan becek.

Dalam perjalanan yang penuh becek ini, aku sempat berfikir tentang keadaanku. Berjalan hanya berpedoman tongkat dan mempertebal fungsi indera yang tersisa.
Ya, tanpa mata kita akan sangat kesulitan beraktifitas. Bahkan menurut penelitian, kegiatan manusia itu delapan puluh persen menggunakan penglihatan.
Jadi, dapat dibayangkan bagaimana kita beraktifitas hanya mengandalkan duapuluh persen dari sisanya. Makanya Allah akan memberikan imbalan Surga bagi yang bersabar. Ingat, yang bersabar!
Yang tidak sabar gimana? silahkan nilai sendiri!

Ok, dengan sabar menelusuri becek, akhirnya aku berbelok ke kanan, dan kini kakiku sudah menginjak pinggiran aspal. Selamat tinggal becek untuk sementara waktu.
Dengan langkah pasti kuarahkan langkah menuju warung yang kuperkirakan tak jauh setelah belokan kedua, dan benar saja, begitu aku menemukan tanda belokan, segera kupacu langkah agar lekas sampai.

Suasana warung yang lebih tepat kalau kita sebut ruko ini serasa agak sepi tak seperti biasanya.
Padahal kalau sang pemilik ruko melihatku, tentu ia akan bertanya keperluanku mengunjunginya.
Ah, fikiran positifku mengatakan kalau orangnya lagi keluar.
Setelah beberapa menit menunggu, walau tidak lama, aku mulai curiga ada yang tidak beres.
Aku coba masuk lebih dalam lagi untuk memastikan pendengaranku yang menangkap ada makhluk hidup yang tengah memperhatikanku.
Benar saja, saat aku masuk lebih dalam, terdengar langkah seorang wanita yang mendekatiku.
"Ini, pak," katanya sambil menyentuh tanganku yang masih dalam posisi memegang tongkat.
"Saya mau belanja." aku menjelaskan niatku agar ia tak memberikan lembaran yang dapat kurasakan menyentuh jemariku.
"Oh, mau ke warung? ada di sebelah sini."
Aku merasakan kalau tangan kanannya menunjuk arah warung, dan ia sembari membungkuk memungut uang kertas yang meluncur ke lantai karena tidak kuterima saat ia menyodorkan ke tanganku.
"Jadi di sana ya?" tanyaku sambil mengarahkan tanganku menunjuk arah yang kuperkirakan.
"Betul, pak."
Segera kubalik badan dan tentu tak lupa mengucapkan terimakasih kepada wanita itu.

Yap, kembali aku harus bersabar. Memang lumrahnya manusia itu akan merasa iba bila melihat manusia lain yang memiliki kekurangan dibanding dirinya.
Makanya aku hanya tersenyum ketika wanita itu meminta maaf karena menyangka aku seorang pengemis.
Dan uang yang diberikannya bukan sengaja kujatuhkan, uang itu hanya menyentuh jemari dan tidak ku hiraukan.
Saat ia melepaskan pegangan dari kertas itu, otomatis uangnya melayang dan turun ke lantai.

Bagi yang kebetulan berkunjung ke kota Siak,
dipersilahkan mampir ke Klinik pijat urut kusuk Najaha Sehat untuk merasakan manfaat massage terapi.
Aha, tak usah khawatir bagi para wanita,
ada isteri saya yang siap memijat full body.
Jadi ga akan risih bila diterapi nanti.
Untuk dede bayi juga akan diterapi oleh isteri saya.

Baca juga Postingan terkait di bawah ini:

4 Tanggapan untuk "Becek, kesabaran, dan warung"

  1. cerita yang inspiratif sekali. sampai saya bingung mau komentar apa ini.

    BalasHapus
  2. @rahma rahayu,
    Wah, saya ga tau juga dimananya yang menginspirasi.

    BalasHapus
  3. 11 ~ 12 Bang, Mantab dah Bang Lajutkan , Semagat...👍

    BalasHapus